Warta NaifNaifologiDiskografi NaifKontak NaifSurat LoeFoto NaifTour NaifMerchandise Naif
Pemasangan iklan hubungi: NYOMI 08561000907
JADWAL
Rabu, 23 Mei 2012
Lampion Global TV, Disiarkan secara LIVE dari Gedung Kesenian Jakarta, jam 19:00-22:00 WIB., NAIF akan membawakan 3 lagu di acara ini. Bagi yang ingin hadir, silakan berkoordinasi dengan Deni Purwanto (NFC: 08568186243).
 
Kamu punya pengalaman atau kisah nyata seputar NAIF yang menarik? Berkesan? Unik? Seru? NAIF kepengen ngumpulin semuanya itu dan dipublikasikan di sini. Tertarik ikutan? Syaratnya apa aja?
  1. Yang pasti, kamu punya pengalaman atau kisah nyata seputar kamu dan NAIF.
  2. Tidak mengandung unsur yang menyinggung soal suku, ras, agama atau merugikan pihak lain.
Kirim pengalaman kamu tersebut ke alamat email suratloe@gmail.com. NAIF akan menyeleksi pengalaman mana yang layak untuk ditampilkan di sini.

Pengalaman tersendiri di SMA 78

oleh : Kawanaif – Danny Wahyu Setiawan | Senin, 07 Februari 2011 15:50:10

Pengalaman Tersendiri di SMA 78

Saat itu NAIF baru mengeluarkan satu album. Album pertama NAIF tersebut menjadi salah satu kaset dari band Indonesia yang sering gw putar berulang-ulang, selain album perdana Pure Saturday dan Rumahsakit. Lagu-lagu mereka saat itu sudah cukup familiar di kalangan gw dan kawan-kawan gw. Apalagi setelah video klip Mobil Balap dan Piknik 72 muncul di televisi. Jadi bisa dibilang gw sudah akrab dengan lagu-lagu mereka sebelum gw untuk pertama kalinya melihat penampilan mereka di SMA 78 tersebut.
Pada waktu itu SMA 78 mengadakan pentas seni di sekolahnya yang berlokasi di daerah Kemanggisan, Jakarta Barat. Kebetulan lokasi tersebut tidak begitu jauh dari daerah rumah gw. Walau gw bukan alumni, tapi kawan-kawan gw banyak yg sekolah disitu. Kebetulan juga kawan-kawan kompleks gw ikutan buka stand bazaar di pentas seni tersebut, jadi ikutlah gw bareng kawan-kawan kompleks gw ke SMA 78.
Gw tiba disana sore hari. Band-band audisi masih banyak yang unjuk kebolehan di atas panggung. Gw masih inget, saat itu SMA 78 lagi direnovasi. Gedung sekolahnya masih dalam tahap pemugaran. Sebelum NAIF naik ke panggung selepas maghrib, terlihat sekitar 5 atau 6 mobil parkir di belakang panggung dan menyorotkan lampu sorotnya ke atas panggung, karena di panggung gelap tidak ada lampu sama sekali. Mungkin NAIF masih ingat kejadian ini.
NAIF menjadi band penutup malam itu. Sekitar pukul 7 malam kalo gak salah, satu persatu personel NAIF naik ke atas panggung. Waktu itu seperti kita ketahui mereka masih berlima, dengan Chandra sebagai pemain keyboards. Gw nonton sendirian saat itu, karena kawan-kawan gw entah pada mencar kemana. Saat itulah pertama kalinya gw merasakan atmosfer berada di antara penonton yang menyaksikan penampilan NAIF. Berjoget dan bernyanyi bersama. Gw lupa songlist mereka saat itu, yang jelas Mobil Balap, Piknik 72, Benci Libur dan Jauh mereka bawakan. Gak ketinggalan satu lagu milik band EMF yang berjudul Unbelievable juga mereka bawakan (kalo pengen tau lagu EMF yang berjudul Unbelievable kayak gimana, silahkan cek di youtube). Ya, gw masih ingat itu. Gw juga masih ingat bagaimana gw dengan khidmatnya mengikuti David menyanyikan bait demi bait lirik lagu Jauh.
Saat lagu terakhir, Mobil Balap, David menarik seorang gadis di deretan depan untuk naik ke atas panggung. Gw melihat personil NAIF yang lain tersenyum melihat ulah David. Gadis itu akhirnya berjoget bersama David hingga lagu selesai dan NAIF pun menutup penampilan mereka malam itu.
Beberapa hari kemudian, di suatu lembaga pendidikan bahasa Inggris, teman sekelas gw yang kebetulan anak SMA 78 dan menjadi panitia di acara pentas seni tersebut bercerita, “itu cewek yang ditarik David ke atas panggung temen gw tuh, waktu itu gw lagi di belakangnya, jadi dia kesusahan gitu waktu David narik dia ke panggung, akhirnya gw bantuin gendong dia biar bisa naik”.
Kawan gw itu melanjutkan ceritanya, “waktu itu ada temen gw yang minta kacamatanya David, eh dikasih sama David, seneng banget temen gw tuh”. Dari cerita-cerita kawan gw itu gw bisa narik kesimpulan kalau intinya anak-anak 78 puas dengan penampilan NAIF waktu itu.
Itulah sedikit cerita dibalik pengalaman pertama gw menonton aksi panggung NAIF. Hingga kini, 13 tahun kemudian, entah sudah berapa kali gw melihat aksi panggung mereka di berbagai pertunjukkan, dengan atmosfer penonton yang berbeda-beda pula. Namun aksi panggung mereka masih tidak berubah. Tetap energik, heboh, dan membangkitkan semangat. Seperti yang gw rasakan akhir pekan kemarin di tempat yang sama saat gw melihat pertunjukkan mereka pertama kali. Bedanya kalau dulu gw nonton sendirian, sekarang gw ajojing bersama para Kawanaif tercinta.
 


MENGENANG MASA LALU

oleh : Kawanaif - Katrine Komala Dewi | Selasa, 12 Januari 2010 08:10:05

Melanjutkan kisah alkisah dari Ipunk yang kangen sama masa lalu, gw juga jadi kangen sama Forum NFC yang saat ini rada sedikit Fakum. Dulu yang namanya Forum NFC bener-bener ga ada matinya, rasanya dulu itu kalo Browsing, web yang kudu di buka NAIFBAND.COM terus NAIFFUNCLUB.COM, FS, EMail. Gak gaul kalo ga buka forum. Bergosip bersama, saling memberikan informasi, berbagi cerita, gila-gilaan, tempatnya ilmu, waaahhhh.... Pokoknya forum itu bener-bener jadi kayak rumahnya kita banget deee.... Jauh sebelum ada FB, forum itu tempat komunikasinya anak2 NFC sejagat Indonesia, bersapa, berkenalan, disanalah tempatnya, bagaikan markas komunikasi NFC. Dahsyatt,, sekarang nampak ditinggalkan begitu saja. Sesekali gw buka Forum, nampaknya sepiii bangettt.... Dulu maen banyak2an Posting, sekaaraaannggg begitu2 aja. Sesekali gw isi Forum, tapi ya maish sepi ajaaa,, ayo donk kita ramaikan lagii Forum,,, ayo dunk kayak dulu lagii NFC,, rindu sangat sama semua ituuu..... Ya walau pun hambatannya sekarang ini adalah kerja.... Pulang kerja capek tidur,, pulang kuliah ngerjain tugas, capek tidur,, pulang sekolah ngerjain PR capek tidur,, tapi kenapa dulu bisa ya bela2in dateng? bela2in posting di forum? hhhmmmmm........

HINGGA KUTAKKAN PERNAH MELUPAKANMU

oleh : Kawanaif - Tri Purba Iskandar aka Ipung | Senin, 11 Januari 2010 16:48:12

Yup….. Sekitar tahun 2002 saya dan Damoz (NFC yang sekarang entah kemana) pertama kali bertemu langsung dengan NAIF di Borbud. Kenal sama sang legendaris HENDRA BEGENG yang setia dengan gaya jadulnya kalau NAIF manggung. Ngobrol di beranda depan sama Pak Jarwo, + beberapa begundal (lupa siapa aja dulu yang ada disana). Skit……… Selama 2tahun sejak kejadian itu saya kembali hanya bisa melihat penampilan NAIF dari kejauhan. Ga pernah kepikir bisa deket sama NAIF….. Pertengahan 2004 ditengah kejenuhan awal-awal menjadi mahasiswa, saudara saya (Bimo) yang juga kebetulan suka sama naïf memberikan info klo NAIF sekarang ber-basecamp di CEMPAKA PUTIH (Cemput). Iseng2 maen kesana kenalan sama Mas Topan (Bapak pengurus NFC pada zamannya). Trus ada sesosok pria berbadan gempal turun dari mobil kijang (klo ga salah) dengan slayer dikepala yang akhirnya membeli beberapa kaos NAIF dan mendaftar menjadi NFC. Yup itu ACIR YAHUD yang kita kenal sekarang ini…… Aryo ketua NFC pertama saat itu, Tiwi dan Puspita sesosok wanita yang ternyata menjadi sesepuh NFC, Gilang dan pasukan Waria So Aksi adalah anak-anak NFC pertama yang saya kenal. Banyak kejadian yang menurut saya menggelikan. Mungkin pernah merasakan beberapa kali mondar-mandir di depan basecamp NAIF karena malu untuk masuk ke dalam (kejadian ini terjadi pada Anto dan Rudi). Ataupun bela-belain lompat pager karena rumah sedang kosong lalu menuliskan pesan di depan pintu “ Mas ini xxxx, pengen daftar jadi NFC. Tapi rumahnya kosong…..(kira2 kayak gt klo ga salah)”untuk daftar jadi NFC (terjadi pada Azis Doa Ibu). Pernah juga ada yang nekat pengen ke Bandung nonton Metamorhpoself naek sepeda, yang akhirnya kita 8 motor konvoi ke Bandung dengan persiapan dandanan JADUL yang pol-polan (kejadian sama si Radith). KEBERSAMAAN…… Itu yang selalu ada di otak saya waktu itu. BANCI TAMPIL di semua event NAIF dengan pakaian JADUL (paling niat klo tampil di TV = hayo ga usah pada muna, dulu NFC emang begitu). Kamis….. Yeah semua suka hari kamis pada saat itu. Hampir semua anak NFC yang berkumpul setiap kamis. Niat-niatin dateng walaupun rumah jauh dari Cemput, ataupun dateng walaupun masih berseragam “putih abu-abu”. Selalu menunggu bernyanyi bersama lagu “HIDUP ITU INDAH” saat acara buka bersama ataupun tahun baruan bersama. Yup saat itu selalu membuat saya merinding. Tepat sekali, saya merindukan saat itu semua…… Nb. Tulisan ini terinspirasi saat ditengah kesibukan pekerjaan, dan terima kasih untuk osbone yang membuat saya terfikir membuat tulisan ini. Saya banyak mendapatkan teman baru dan saya BERUNTUNG mengenal kalian semua.

ARSIP SURATLOE

Halaman : 1 2 3